Ikhlas dalam Beramal

Ikhlas adalah mendekatkan diri kepada Allah Subhanahuwataala  dengan melakukan ketaatan dan membersihkan niat dan hati dari segala yang mengotorinya.

Ikhlas adalah beramal karena Allah Subhanahuwataala  semata dan membersihkan hati dan niat dari yang selain Allah Subhanahuwataala.

 

            Ikhlas adalah amalan yang berat karena hawa nafsu tidak mendapatkan bagian sedikitpun,namun kita harus selalu melatih diri kita sehingga menjadi mudah dan terbiasa untuk ikhlas.

 

            Rasulullah salallahualaihiwasalam bersabda : Allah Subhanahuwataala   tidak akan menerima amalan kecuali yang ikhlas dan hanya mengharap wajahNya.” (HR. An-Nasa’I dengan sanad hasan)

 

            Seorang hamba tidak akan bisa selamat dari godaan syaitan kecuali orang-orang yang ikhlas saja,sebagaimana firman Allah Subhanahuwataala  yang mengkisahkan tentang iblis : “Iblis menjawab : “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya,kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis diantara mereka.” (Qs. Shaad:82-83).

 

            Orang yang ikhlas adalah orang yang beramal karena Allah Subhanahuwataala  semata dan mengharapkan kebahagiaan abadi di kampung akhirat,hatinya bersih dari niat-niat lain yang mengotorinya.

 

            Berkata Ya’kub –rahimahullah : “Orang yang ikhlas adalah orang yang menyembunyikan kebaikannya sebagaimana ia menyembunyikan keburukannya.”

 

Orang yang tidak ikhlas adalah orang yang melakukan amalan akhirat untuk mencari dunia seperti,ingin mendapatkan harta,kedudukan,jabatan,pangkat,kehormatan,pujian,riya’ dll.

 

            Orang yang tidak ikhlas adalah orang yang rugi karena hari kiamat kelak mereka tidak mendapatkan apa-apa dari amalan mereka selama di dunia,bahkan Allah Subhanahuwataala  murka kepada mereka dan memberikan hukuman yang setimpal, “Dan (jelaslah) bagi mereka akibat buruk dari apa yang telah mereka perbuat dan mereka diliputi oleh pembalasan yang mereka dahulu selalu memperolok-oloknya.” (Qs. Az-Zumar: 48). “Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan,lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.” (Qs. Al-Furqaan: 23)

 

 

 

 

MARAJI’ :

Fiqih Ramadhan

Majelis Taklim dan Dakwah Husnul Khotimah

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: