Beramal sesuai Sunnah / Mutaba’atus Sunnah

            Mutaba’ah adalah melakukan amalan yang sesuai dengan sunnaj Rasulullah salallahualaihiwasalam karena setiap amalan ibadah yang tidak dicontohkan Rasulullah salallahualaihiwasalam pasti ditolak dan tidak diterima oleh Allah.Jadi semua ibadah yang kita kerjakan harus ada contoh,ajaran dan perintah dari Rasulullah salallahualaihiwasalam dan kita dilarang melakukan suatu amal ibadah yang tidak ada contoh,ajaran dan perintah dari Rasulullah salallahualaihiwasalam.

 

Rasulullah salallahualaihiwasalam bersabda : “Barang siapa melakukan suatu amalan yang tidak ada ajarannya dari kami maka amalanya tertolak.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

 

Beliau salallahualaihiwasalam bersabda pula : “Barang siapa mengadakan perkara baru dalam agama kami yang tidak ada ajarannya maka dia tertolak.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Berkata Ibnu Rajab –rahimahullah : “ Hadis ini adalah salah satu prinsip agung (ushul) dari prinsip-prinsip islam dan merupakan parameter amal perbuatan yang lahir (terlihat),sebagaimana hadis “Innamal a’maalu binniyyaat …” (Hadis tentang niat),adalah merupakan parameter amal perbuatan yang batin (tidak terlihat).Sebagaimana seluruh amal perbuatan yang tidak dimaksudkan untuk mencari keridhaan Allah maka pelakunya tidak mendapatkan pahala,maka demikian pula halnya segala amal perbuatan yang tidak atas dasar perintah Allah dan RasulNya salallahualaihiwasalam juga tertolak dari pelakunya.Siapa saja yang menciptakan hal-hal baru dalam agama yang tidak diizinkan oleh Allah dan RasulNya salallahualaihiwasalam,maka bukanlah termasuk perkara agama sedikitpun.

 

            Beliau berkata pula : “Makna hadis (diatas adalah) : bahwa barangsiapa amal perbuatannya keluar dari syari’at dan tidak terikat dengannya,maka tertolak”.

 

Berkata Ibnu Daqiq Al’Ied –rahimahullah : “Hadis ini adalah salah satu kaidah agung dari kaidah-kaidah agama dan ia merupakan jawami’ul kalim (kata-kata yang singkat namun padat) yang diberikan kepada Al-Musthafa salallahualaihiwasalam,karena sesungguhnya ia (hadis ini) dengan jelas merupakan penolakan semua bid’ah dan segala yang dibuat-buat (dalam perkara agama).”

 

Allah berfirman : “Katakanlah –wahai Rasulullah- : “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah,ikutilah aku,pasti Allah mencintai dan mengampuni dosa-dosamu.” (OS. Ali ‘Imran: 31)

 

Allah berfirman : “Apa yang diberikan Rasulullah salallahualaihiwasalam kepadamu maka terimalah dia.Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (QS. Ali-Hasyr: 7).

 

 

Rasulullah salallahualaihiwasalam bersabda : “Hati-hatilah kalian dari perkara-perkara baru dalam agama,karena semua perkara baru (bid’ah) dalam agama adalah sesat.” (HR. Imam Ahmad,Abu Daud dll).

 

 

 

 

MARAJI’ :

Fiqih Ramadhan

Majelis Taklim dan Dakwah Husnul Khotimah Malang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: